Iseng-iseng gooling di google, dengan key word gidangelo. Gidangelo adalah desa masa kecil bermain, sekolah dasar dengan teman-teman jadul yang jujur. Gidangelo adalah desa terkecil diantara desa-desa lain di kecamatan Welahan. Mayoritas pencaharian warga desa adalah petani dan para ibu membantu mencari penghasilan dengan membuat kerajinan kreneng. Pada musim panas warga gidangelo tak mampu mengandalkan penghasilan ekonomi dari pertanian karena sawah dan kebun yang mereka miliki kekeringan tanpa ada irigrasi yang berarti. Untuk mencukupi kebutuhan ekonomi warga desa beralih profesi sebagai penghasil batu bata. Keahliah masyarakat gidangelo dalam mengolah tanah menjadi batu bata didapat secara turun temurun.

Sekarang Desa Gidangelo memiliki banyak perubahan. Pembangunan yang dilakukan mampu memajukan desa sekaligus merusak lingkungan. Desa yang hijau lambat launĀ  berubah menjadi panas karena pembukaan lahan untuk produksi batu bata memerlukan areal yang luas. Begitu pula dengan panas dan asap yang diakibatkan dari pembakaran batu bata yang merusak lingkungan sekitar.

Pamong desa tidak memiliki kuasa untuk melarang warganya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dengan bekerja sebagai penghasil batu bata karena memang tidak ada pilihan lain. Namun para pemuda desa Gidangelo memilki pemikiran yang berbeda dengan bekerja di bidang lain. Mayoritas pemuda desa Gidangelo pernah bekerja sebagai buruh atau menjadi bos dalam industri rumah pembuat Roti. Tidak sedikit pula generasi muda Gidangelo yang merantau keluar daerah, antar pulau, bahkan menjadi TKI.

Semoga desa gidangelo dapat menjadi desa yang maju dan bersanding dengan Alam. Terimakasih kepada pemilik blog http://gidangelo.blogspot.com/ yang telah memberi inspirasi untuk menulis artikel ini.